Kamis, 16 Mei 2013
Kiad Sastra Baskoro
Setiap jam makan siang saya usahakan pulang untuk Kiad. Saya masih memberinya ASI. Ia lahir di hari Senin, 27 Agustus 2012. Tapi untuk ukuran orang Jawa ia lahir hari Selasa, karena sudah lewat senja, malah sudah larut malam 22.33 WIB. Detail mengenai kelahiran Kiad tentu saja ada di buku Fira dan Hafez.
Saya menuliskan ini agar Kiad tahu ketika ia sudah mulai mengerti, bahwa saya, Hafez, Syaza, adalah keluarga intinya. Kami mencintainya. Hafez mungkin tidak ada secara raga ketika Kiad lahir, tapi Hafez "ada" selalu di sampingnya dengan rasa cinta yang besar.
Bahkan nama Kiad Sastra Baskoro memiliki keajaiban cinta. Nama Kiad kami dapatkan kira-kira seminggu sebelum Hafez meninggal dunia, ketika saya hamil 4 bulan (konon napas telah dihembuskan ke janin). Dua kali saya memimpikan hal yang sama. Seseorang berjubah putih dan berwajah cahaya memberikan bayi pada saya dan menyebutkan namanya, "Kiad!" Saya menceritakan pada Hafez. Singkatnya, kami lalu mencari tahu soal arti nama Kiad, yang ternyata dari mamanya Hafez kami mendapatkan jawaban, Kiad dalam bahasa Jawa halus memiliki arti: KUAT.
Kami tercekat. Mengapa nama anak kami harus Kiad? Tapi kami tidak banyak bertanya dan langsung sepakat menamakan anak kami kelak itu, entah laki-laki atau perempuan, akan bernama KIAD yang artinya KUAT.
Kiad Sastra Baskoro. Kiad=kuat. Sastra= tulisan/ ilmu pengetahuan. Baskoro= matahari (nama belakang Hafez)
Perempuan kuat yang menyebarkan ilmu pengetahuan/kebaikan bak sinar matahari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





aamiin. Nama anak adalah doa dari orang tua....
BalasHapus