Selasa, 23 Juli 2013

Video 4 Hafez- Ma Belle Evangeline


 Selama bulan puasa saya datang lebih awal ke kantor, supaya bisa pulang lebih cepat dan berbuka di rumah. Pagi ini saya duduk terdiam lama. Saya sudah sempat edit beberapa artikel. Mendadak bayangan Hafez melintas. 

Saya tidak tahu apakah benar keputusan saya untuk menonton kembali video 'spontan' yang dibuat Syaza saat di mobil. Ketika itu kami bertiga di dalam mobil di Bandung dan nyasar. Saya panik karena terpisah dari rombongan kantor. Ya, saat itu sedang outing redaksi Cosmopolitan.

Lalu dengan tenang, seperti biasa, Hafez menyanyikan lagu Ma Belle Evangeline dari film kartun Disney The Princess and the Frog (Jim Cummings). Dia selalu begitu setiap saya sedih, panik, bingung. Agar saya terhibur. Biasanya kalau saya sudah cukup tenang, ia menyanyikan di depan saya sambil bibirnya 'mecucu' atau 'monyong-monyong' lucu untuk menghibur saya. Saya menuliskan hal tersebut di buku Fira dan Hafez, pun dengan liriknya:

Look how she lights up the sky

Ma belle Evangeline
So far above me yet I
Know her heart belongs to only me

Je t'adore, je t'aime, Evangeline
You're my queen of the night
So still, so bright

That someone as beautiful as she
Could love someone like me
Love always finds a way, it's true
And I love you, Evangeline

Love is beautiful
Love is wonderful
Love is everything, do you agree?
Mais oui!

Look how she lights up the sky
I love you, Evangeline....

Ini video suara Hafez di mobil itu dan kepanikan saya...
Gelap memang videonya, tapi suara Hafez menenangkan saya...pun di pagi gelisah ini... 

Minggu, 14 Juli 2013

Kiad Sakit

Kamis, 11 Juli 2013, saya pulang dari kantor sore jam 4. Melihat Kiad matanya cekung menghitam saya kaget. Apalagi tidak seperti biasa, ia duduk diam. Dari mbak babysitter dikabarkan kalau seharian Kiad muntah-muntah, tidak ada satupun makanan dan minuman yang masuk dirinya.
       Saya susui Kiad. Tapi kemudian ia muntah hebat. Saya dengan sigap memutuskan Kiad saya bawa ke IGD di RS MMC. Benar saja, begitu tiba di sana, Kiad segera diinfus karena kurang cairan. Akhirnya saya menerima kabar buruk, bahwa Kiad  harus rawat inap di rumah sakit. Saya menerima keputusan dokter. Apalagi setelah diketahui Kiad terkena virus yang menyebabkan ia demam 40 derajat Celcius, muntah-muntah, dan diare. Kiad kemungkinan tertular virus ini di tempat umum.
        Saya benci rumah sakit. Mengingatkan saya akan detik-detik meninggalnya Hafez. Seperti ada kaset yang diputar ulang. Tapi saya tidak mau menenggelamkan diri pada pikiran-pikiran buruk. Jadi demi Kiad, saya harus bisa bertahan menjadi ibu yang kuat. 
        Jadilah saya tiga malam di rumah sakit ditemani Syaza dan mbak babysitter. Sedih rasanya melihat Kiad jadi pendiam, dan berat badannya pun susut. Syaza sampai meneteskan air mata dan memeluk adiknya.

Tapi di hari ketiga, berkat doa keluarga dan banyak orang, Kiad, Si Kuat, berhasil melawan virus itu. Ia pun boleh pulang.
          Saya bangga pada Kiad! Terima kasih, Tuhan Mahabaik...