Minggu, 26 Mei 2013

Beberapa hari lalu saya memikirkan cara berbagi kebahagiaan saat mendengarkan suara nyanyian Hafez di handphone saya. Lalu saya ingat ada sosial media soundcloud.

Pelan-pelan saya akan upload di situ, untuk Anda nikmati juga.
Termasuk lagu Kongen Kowe, aslinya by Didi Kempot, yang ia nyanyikan pukul 3 pagi saat meminta saya menjadi kekasihnya.

Enjoy!
https://soundcloud.com/firabasuki

Rabu, 22 Mei 2013

Fira dan Hafez- terbit Juni!


Alhamdullilah, buku Fira dan Hafez desain covernya sudah selesai.
Silahkan dihafal, hehehe. Supaya nanti Juni bisa segera dibeli di toko buku Gramedia dan lainnya.

Gratis: CD lagu Love You So Much by Tantry


Mengenai launching, saya terus terang tidak tahu. Launching buku membutuhkan biaya tidak sedikit, sementara untuk sekarang pengeluaran pribadi saya fokuskan pada anak-anak. Sekiranya ada sponsor seperti beberapa buku sebelumnya, tentu saja saya akan mengadakan acara launching buku.
Untuk info/ minat sponsorship bisa hubungi manager saya Topik Hidayah di: hidayah.topik@gmail.com

Terima kasih :-)

Kamis, 16 Mei 2013

Video 3: Diana

Lagu dari Koes Plus ini dinyanyikan Hafez sehari sebelum kami menikah.
Kami menikah di Jumat, 25 November 2011. Sehari sebelumnya ada pengajian, nah sebelum pengajian Hafez menyanyikan lagu ini di kamarnya.
Yang merekam adalah Syaza.
Saya tidak pernah tahu mengenai video ini sampai Syaza yang memberi tahu saya beberapa bulan setelah Hafez meninggal.

Video 2: Sumiati

Ini yang saya bilang, kenapa Hafez teramat lucu.
Pake ikat kepala dari kaos dalamnya, Hafez menyanyikan lagu Sumiati.
Kata Hafez, lagu itu dulu sering dinyanyikannya saat ia berada di Jogja, kadang ramai-ramai bersama teman-temannya. Enjoy! :-)

Mari Mengenal Hafez, Video 1: I Wanna Hold Your Hand

Mari mengenal almarhum suami saya Hafez.
Ia gemar sekali menyanyi. Dan saya rasa ia berbakat.
Selain menyanyi, ia juga fasih memainkan gitar, piano, drum, dan biola.
Menurut saya, ia genius.
Dan romantis.
Dan lucu.

Video ini pernah muncul di wawancara saya dan Alvin Adam di Just Alvin, Metro TV, sekitar Desember 2012.
Di background terakhir yang muncul adalah Tantry, adik kandung Hafez (tidak direkayasa, Tantry memang muncul menggodanya).

Liburan Pertama Setelah Ia 'Pergi'

Saya baru saja pulang dari Jogja (8-12 Mei 2013).
Liburan pertama saya sejak Hafez meninggal Jumat, 16 Maret 2012 pukul 07.05 WIB di RS Panti Rapih, Yogyakarta.

Ya, Yogya atau Jogja atau Yojo.
Saya kembali ke kota di mana Hafez tinggal semasa remaja. Kadang saya pikir Allah mengabulkan doanya untuk mengembuskan napas terakhirnya di kota yang dicintainya.

Saya juga heran, kenapa saya memilih Jogja untuk liburan pertama saya sejak Hafez meninggal. Bisa jadi saya merasa kian dekat dengan Hafez. Bahkan saya merasa Hafez ada di mana-mana ketika saya berada di Jogja. Saya juga heran, saya tidak menangis terisak-isak. Saya bahkan bisa tertawa bersama Syaza dan Kiad.

Saya rasa Hafez berada bersama kami. Selalu. Dan di Jogja, ia tertawa bersama kami di alam keabadiannya. Ya, walaupun raganya tak lagi di samping saya,




Hafez tak ke mana-mana. Ia ada. Selalu.

Kiad Sastra Baskoro


Setiap jam makan siang saya usahakan pulang untuk Kiad. Saya masih memberinya ASI. Ia lahir di hari Senin, 27 Agustus 2012. Tapi untuk ukuran orang Jawa ia lahir hari Selasa, karena sudah lewat senja, malah sudah larut malam 22.33 WIB. Detail mengenai kelahiran Kiad tentu saja ada di buku Fira dan Hafez.

Saya menuliskan ini agar Kiad tahu ketika ia sudah mulai mengerti, bahwa saya, Hafez, Syaza, adalah keluarga intinya. Kami mencintainya. Hafez mungkin tidak ada secara raga ketika Kiad lahir, tapi Hafez "ada" selalu di sampingnya dengan rasa cinta yang besar.

Bahkan nama Kiad Sastra Baskoro memiliki keajaiban cinta. Nama Kiad kami dapatkan kira-kira seminggu sebelum Hafez meninggal dunia, ketika saya hamil 4 bulan (konon napas telah dihembuskan ke janin). Dua kali saya memimpikan hal yang sama. Seseorang berjubah putih dan berwajah cahaya memberikan bayi pada saya dan menyebutkan namanya, "Kiad!" Saya menceritakan pada Hafez. Singkatnya, kami lalu mencari tahu soal arti nama Kiad, yang ternyata dari mamanya Hafez kami mendapatkan jawaban, Kiad dalam bahasa Jawa halus memiliki arti: KUAT.





Kami tercekat. Mengapa nama anak kami harus Kiad? Tapi kami tidak banyak bertanya dan langsung sepakat menamakan anak kami kelak itu, entah laki-laki atau perempuan, akan bernama KIAD yang artinya KUAT.

Kiad Sastra Baskoro. Kiad=kuat. Sastra= tulisan/ ilmu pengetahuan. Baskoro= matahari (nama belakang Hafez)

Perempuan kuat yang menyebarkan ilmu pengetahuan/kebaikan bak sinar matahari.





Akhirnya Saya Membuat Ini...


Kamis, 16 Maret 2013. Senja. Saya mengingat Hafez Agung Baskoro, suami saya. Kadang saya bertanya-tanya ia sedang apa. Sementara saya tengah berada di deadline kantor yang menggila, juga deadline buku memoar saya dan Hafez yang berjudul Fira dan Hafez. Saya lalu kepikiran untuk bikin blog ini. Blog mengenai buku Fira dan Hafez, mengenai saya dan Hafez, serta saya dan anak-anak.

Terakhir saya menulis blog di firabas.multiply.com yang tahu-tahu menghilang karena multiply tutup dan saya sudah lama tak mampir ke sana. Ini halaman lama saya.

Halaman baru saya hidup dengan Hafez yang ternyata hanya 5 bulan selama suami-istri. Tapi dengan menulis ini, saya mau 'menghidupkannya' dalam keseharian saya dan anak-anak. Selain Syaza Calibria Galang (14 tahun) dan juga Kiad Sastra Baskoro yang lahir tanpa kehadiran Hafez-ayah kandungnya.

Untuk sekarang. Biarlah segini dulu saya menulis. Saya harus menghela napas dulu. Senja menjingga. Saya teringat padanya.